Gunung Bromo, Tempat Terbaik Menyaksikan Sunrise Di Jawa Timur

Foto Wallpaper Gunung Bromo

Siapa yang belum mengenal Gunung Bromo?, tentunya sudah banyak yang mengenalnya bukan?, apalagi tempat wisata ini sudah sangat terkenal dikalangan pendaki gunung sampai para pelancong, dari wisatawan lokal sampai manca negara.

Gunung Bromo panorama alam yang begitu eksotik dengan hamparan pasir membentang, berhawa dingin dan sejuk  dan di puncak Gunung Bromo anda akan bisa menikmati keindahan sinar matahari terbenam (sunset) diwaktu petang maupun sinar matahari saat terbit (sunrise).

Dan keindahan sunset dan sunrise di puncak Gunung Bromo merupakan salah satu  yang terbaik di Indonesia.

 Dengan hal hal itu menjadikan Gunung Bromo menjadi banyak digemari oleh para wisatawan.Gunung Bromo adalah salah satu bagian dari Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, mempunyai ketinggian 2.392 meter dpl.

Gunung ini adalah gunung api yang masih  aktif, Gunung Bromo dikelilingi oleh lautan pasir seluas 10 km2. Letak Gunung Bromo ini  berada 4 wilayah administratif  di Provinsi Jawa Timur , yakni Kabupaten Malang Kabupaten Lumajang, Kabupaten Probolinggo, dan Kabupaten Pasuruan.

Baca Juga :

Bromo sebagai Gunung Suci


Foto Wallpaper Gunung Bromo

Bagi Suku Tengger, Gunung Brahma (Bromo) diyakini merupakan gunung suci. Dan setahun sekali masyarakat adat suku Tengger menggelar upacara Yadnya Kasada atau Kasodo.

Upacara ini bertempat di sebuah pura yang berada di bawah kaki Gunung Bromo utara dan dilanjutkan ke puncak Gunung Bromo.

Upacara diselenggarakan disetiap waktu bulan purnama (pada tanggal 14 atau 15)  di bulan Kasodo (kesepuluh) berdasarkan perhitungan penanggalan Jawa yang dimulai  pada saat tengah malam sampai pagi dini hari.

Legenda Masyarakat Mengenai Gunung Bromo

 Berdasarkan legenda menjelaskan mengenai asal usul masyarakat Suku Tengger. Dahulu kala saat Raja Brawijaya dari Majapahit memimpin di pulau Jawa.

Raja Brawijaya memiliki seseorang anak perempuan bernama Rara Anteng yang menikah dengan seorang pria keturunan Brahmana yaitu Joko Seger.

Saat terjadi kerusuhan dan kekacauan di pulau Jawa, banyak rakyat  yang  setia kepada ajaran agama Hindu melarikan diri ke pulau Bali.

Dan ada juga mengasingkan diri dari dunia luar dan memilih untuk bermukim pada sebuah wilayah dataran tinggi di kaki Gunung Bromo, dibawah pimpinan Roro Anteng dan Joko Seger.

Maka dari itu mereka disebut suku Tengger, Nama suku Tengger merupakan kependekan dari rara anTENG dan seGER. Menikmati Matahari Terbit

Salah satu daya tarik yang memikat pengunjung untuk datang ke Gunung Bromo merupakan menikmati pemandangan matahari terbit dari puncak Gunung.

Sinar sang surya yang mulai menampakkan dirinya diufuk timur  dengan cahaya merah jingga yang sangat menawan yang bergerak perlahan-lahan hingga tampak bola setengah lingkaran yang berwarna  merah menyala.

Hingga terakhir hari mulai terang. Dan itulah saat saat paling mengagumkan dari karya Allah Yang Maha Esa yang sangat di gemari pengunjung di Gunung Bromo ini.

Baca Juga :
Anda juga bisa memilih untuk melakukan berbagai kegiatan kegiatan lainnya seperti mengelilingi hamparan lautan pasir di gunung bromo.

Dan kegiatan mengelilingi hamparan lautan pasir di Gunung Bromo ini bisa dilakukan dengan 2 cara yaitu:

1. Dengan berkuda.

Kegiatan berkuda di Gunung Bromo sangat menyenangkan, anda akan diajak mengendarai kuda mengelilingi padang lautan pasir yang membentang luas.

2. Menaiki Jeep

Jika Anda tidak menyukai kegiatan berkuda, maka ada alternatif lain yaitu anda bisa menghubungi pihak Paguyuban Jeep Bromo atau anda juga bisa menemui mereka di dekat pintu masuk Taman Nasional Bromo Tengger Semeru untuk bisa menyewa jeep .



 Akses Menuju Lokasi

Untuk dapat mencapai lokasi wisata Gunung Bromo. Maka anda dapat melalui berbagai jalur yang sesuai dengan kebutuhan anda, jalur jalur tersebut adalah sebagai berikut :

1. Jalur dari Pasuruan lalu ke Warung Dowo kemudian ke arah  Tosari setelah itu ke arah  Wonokitri dan terakhir ke arah  Gunung Bromo,  dengan jarak perjalanan mencapai kurang lebih 71 km

2. Dari  jalur Malang lalu ke arah Tumpang kemudian ke arah Gubuk Klakah setelah itu ke arah gunung bromo.



PEMANDANGAN "SUN RISE" DI GUNUNG BROMO

Foto Wallpaper Gunung Bromo



Siapa yang belum mengenal Gunung Bromo?, tentunya sudah banyak yang mengenalnya bukan?, apalagi tempat wisata ini sudah sangat terkenal dikalangan pendaki gunung sampai para pelancong, dari wisatawan lokal sampai manca negara.

Gunung Bromo panorama alam yang begitu eksotik dengan hamparan pasir membentang, berhawa dingin dan sejuk  dan di puncak Gunung Bromo anda akan bisa menikmati keindahan sinar matahari terbenam (sunset) diwaktu petang maupun sinar matahari saat terbit (sunrise).

Dan keindahan sunset dan sunrise di puncak Gunung Bromo merupakan salah satu  yang terbaik di Indonesia.

 Dengan hal hal itu menjadikan Gunung Bromo menjadi banyak digemari oleh para wisatawan.Gunung Bromo adalah salah satu bagian dari Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, mempunyai ketinggian 2.392 meter dpl.

Gunung ini adalah gunung api yang masih  aktif, Gunung Bromo dikelilingi oleh lautan pasir seluas 10 km2. Letak Gunung Bromo ini  berada 4 wilayah administratif  di Provinsi Jawa Timur , yakni Kabupaten Malang Kabupaten Lumajang, Kabupaten Probolinggo, dan Kabupaten Pasuruan.

Bromo sebagai Gunung Suci

Bagi Suku Tengger, Gunung Brahma (Bromo) diyakini merupakan gunung suci. Dan setahun sekali masyarakat adat suku Tengger menggelar upacara Yadnya Kasada atau Kasodo.

Upacara ini bertempat di sebuah pura yang berada di bawah kaki Gunung Bromo utara dan dilanjutkan ke puncak Gunung Bromo.

Upacara diselenggarakan disetiap waktu bulan purnama (pada tanggal 14 atau 15)  di bulan Kasodo (kesepuluh) berdasarkan perhitungan penanggalan Jawa yang dimulai  pada saat tengah malam sampai pagi dini hari.

Legenda Masyarakat Mengenai Gunung BromoBromo

 Berdasarkan legenda menjelaskan mengenai asal usul masyarakat Suku Tengger. Dahulu kala saat Raja Brawijaya dari Majapahit memimpin di pulau Jawa.

Raja Brawijaya memiliki seseorang anak perempuan bernama Rara Anteng yang menikah dengan seorang pria keturunan Brahmana yaitu Joko Seger.

Saat terjadi kerusuhan dan kekacauan di pulau Jawa, banyak rakyat  yang  setia kepada ajaran agama Hindu melarikan diri ke pulau Bali.

Dan ada juga mengasingkan diri dari dunia luar dan memilih untuk bermukim pada sebuah wilayah dataran tinggi di kaki Gunung Bromo, dibawah pimpinan Roro Anteng dan Joko Seger.

Maka dari itu mereka disebut suku Tengger, Nama suku Tengger merupakan kependekan dari rara anTENG dan seGER. Menikmati Matahari Terbit

Salah satu daya tarik yang memikat pengunjung untuk datang ke Gunung Bromo merupakan menikmati pemandangan matahari terbit dari puncak Gunung.

Sinar sang surya yang mulai menampakkan dirinya diufuk timur  dengan cahaya merah jingga yang sangat menawan yang bergerak perlahan-lahan hingga tampak bola setengah lingkaran yang berwarna  merah menyala.

Hingga terakhir hari mulai terang. Dan itulah saat saat paling mengagumkan dari karya Allah Yang Maha Esa yang sangat di gemari pengunjung di Gunung Bromo ini.

Anda juga bisa memilih untuk melakukan berbagai kegiatan kegiatan lainnya seperti mengelilingi hamparan lautan pasir di gunung bromo.

Dan kegiatan mengelilingi hamparan lautan pasir di Gunung Bromo ini bisa dilakukan dengan 2 cara yaitu:

1. Dengan berkuda.

Kegiatan berkuda di Gunung Bromo sangat menyenangkan, anda akan diajak mengendarai kuda mengelilingi padang lautan pasir yang membentang luas.

2. Menaiki Jeep

Jika Anda tidak menyukai kegiatan berkuda, maka ada alternatif lain yaitu anda bisa menghubungi pihak Paguyuban Jeep Bromo atau anda juga bisa menemui mereka di dekat pintu masuk Taman Nasional Bromo Tengger Semeru untuk bisa menyewa jeep .



 Akses Menuju Lokasi

Untuk dapat mencapai lokasi wisata Gunung Bromo. Maka anda dapat melalui berbagai jalur yang sesuai dengan kebutuhan anda, jalur jalur tersebut adalah sebagai berikut :

1. Jalur dari Pasuruan lalu ke Warung Dowo kemudian ke arah  Tosari setelah itu ke arah  Wonokitri dan terakhir ke arah  Gunung Bromo,  dengan jarak perjalanan mencapai kurang lebih 71 km

2. Dari  jalur Malang lalu ke arah Tumpang kemudian ke arah Gubuk Klakah setelah itu ke arah gunung bromo.

7 Responses to "Gunung Bromo, Tempat Terbaik Menyaksikan Sunrise Di Jawa Timur"

Di larang berkomentar spam atau berlink aktif
Berkomentar yang baik dan sewajarnya